• VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
  • VTEM Image Show
 

Sebagaimana diamanatkan UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian bahwa Rapat Anggota merupakan quorum tertinggi dalam tata laksana Koperasi, maka Koperasi Simpan Pinjam Nasari yang berskala Nasional, menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan ke-17 tahun buku 2015 pada tanggal 31 Maret 2016 di hotel Patra Jasa, Semarang.

Rapat Anggota Tahunan tahun buku 2015 ini dibuka oleh Choirul Jamhari selaku Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia dan dihadiri oleh mitra kerja KSP Nasari yaitu antara lain PT Pos Indonesia (Persero), PT Bank BRI (Persero) Tbk, PT Bank BNI (Persero) Tbk, PT Maybank Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga dan juga PT Asuransi Avrist.

Sahala Panggabean selaku Ketua Pengurus KSP Nasari menyampaikan bahwa dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan juga aktivitas lembaga keuangan perbankan yang memperluas layanannya hingga ke pelosok daerah melalui branchless banking/ Laku Pandai maka gerakan koperasi harus diperkuat sebagaimana hasil penelitian dari Bank Dunia bekerjasama dengan Bappenas dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia. Hasil penelitian tersebut dimana lebih dari 70% anggota memanfaatkan Koperasi/ Unit Simpan Pinjam untuk meminjam dibandingkan untuk menyimpan dana, perlunya peningkatan kompetensi dan profesionalitas Pengelola, Pengurus, dan Pengawas serta pendidikan perkoperasian bagi Anggota, telah ditindaklanjuti dengan dilakukannya Focus Group Discussion oleh para insan perkoperasian, dan juga Seminar Nasional Penguatan Koperasi di Jakarta pada tanggal 28 dan 29 Maret 2016.

Untuk mendukung penguatan tersebut diharapkan pihak perbankan dapat meningkatkan penyaluran KUR kepada Koperasi dan UMKM sehingga akan semakin banyak lahir pengusaha-pengusaha baru yang menciptakan lapangan kerja dimana hal ini akan berdampak kepada penguatan ekonomi nasional. Dengan maraknya sebagian bank-bank besar yang dimiliki oleh pemodal asing dan dituding sebagai agen neo-lib dapat dinetralisir.

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992pasal 61 dan 63yang intinya bahwa BUMN/BUMD wajib membantu pengembangan Koperasi & UKMdan juga sesuai dengan UU No. 20 tahun 2008 yang antara lain menyebutkan bahwa pelaku UMKM wajib dibantu dengan pola kemitraan yang saling menguntungkan.

Pada saat RAT ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KSP Nasari dengan Bank Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam bidang Pemberian Kredit Channeling & Executing, dan di awal bulan April 2016 akan diikuti dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KSP Nasari dengan Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur. (PT. Bank BPD NTT dan Bank BPD lainnya.

Selain itu juga dilakukan penyerahan kartu anggota baru yang telah menggunakan Barcode dan terintegrasi dengan system Nasari Online sehingga mempermudah dalam pelayanan transaksi di jaringan KSP Nasari di seluruh indonesia.

Pertumbuhan usaha di tahun 2015 terjadi penurunan yang disebabkan oleh kondisi perekonomian secara keseluruhan yang melambat, dan juga adanya kasus yang membelit Koperasi dengan skala besar dan berkantor pusat di Semarang yang telah digugat oleh anggota Penyimpannya yang berujung pada dibekukannyakegiatan usaha (PKPU), sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja KSP Nasari karena kami harus mencadangkan dana untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penarikan secara besar-besaran oleh anggota Penyimpan kami, dan hal ini berimbas kepada tingkat penjualan terbatas dengan adanya anggota yang menarik simpanan dari KSP Nasari.

Pada tahun 2016 KSP Nasari melakukan diversifikasi produk pembiayaan yaitu Talangan ONH, kredit mikro dan kredit karyawan aktif, diversifikasi produk simpanan yaitu Simpanan Dana Braya, Simpanan Pelajar dan Simpanan Wisata, serta perluasan jaringan layanan  mikro sehingga untuk tahun 2016 akan ada pertumbuhan assets menjadi Rp. 928 milyar yang merupakan kontribusi dari 40 kantor cabang yang telah on line dengan didukung 344 jaringan layanan yang tersebar di seluruh Indonesia.